Minggu, 15 Juni 2014

PARIS




Kau ingin menunjukkan paris padaku
Paris yang indah
Paris penuh pesona
Paris serba segala sesuatunya ada

Kau ingin kesana
Ingin memperlihatkan paris yang sebenarnya
Menunjukkan panaromanya
Mengelilingi pusat seluruh peradabannya

Aku hanya mengiyakan
Mengangguk disetiap ucapan
Meskipun sebenarnya aku tidak tau apa itu paris
Aku hanya bisa membayangkan saat kau meangucapkan detail letaknya

Paris yang sempurna
Seperti apakah ia?
Hingga aku merasa cemburu padanya
Hingga aku merasa terkalahkan dengannya

Sampai terkadang aku berfikir
Bisakah aku menjelma menjadi paris?
Dapatkah aku berubah menjadi paris?
Agar kau tau ternyata aku lebih darinya, mungkin

Meskipun ku tau itu tak mungkin
Sebab paris yang kau ceritakan
Karna paris yang sering kau selipkan disetiap topik pembicaraan
Lebih sempurna dari yang ku bayangkan
Jauh lebih sempurna dari apa yang ku fikirkan

Paris,
Bolehkan aku bersaing denganmu?
Paris,
Bolehkah aku cemburu padamu?




Kamis, 12 Juni 2014

Selamat Datang 22 Tahun

Terlalu cepat
Ah
Bukan
Hanya waktu saja yang semakin berlalu tanpa izin

Terlalu cepat
Ah
Bukan
Hanya waktu saja yang kian ingin tetap berpaling

Terlalu cepat
Ah
Bukan
Hanya saja aku yang kian merasa terlalu cepat

Waktu kian kembali pada detak porosnya
Aku suka
Suka sekali
Suka dengan waktu

Mempertemukanku kedalam kedewasaan
Mempertemukanku dengan kewibawaan
Mempertemukanku dengan kesibukan
Dan mempertemukanku dengan kamu

Kamu
Yah
Dengan kamu
Kamu yang biasa

Bukan karna waktu
Tapi dengan sendirinya
Sendiri datang
Sendiri menghampiri

Sendiri saja
Dan aku suka
Tetap suka
Suka dengan waktumu yang sendiri

Selamat datang waktu yang mempertemukanku
Menemukanku dengan ruang yang penuh warna tanpa kelabu
Selamat datang waktu yang kian berlalu
Menemukanku dengan ruang yang indah tanpa hitam pekat yang memekat

Selamat datang waktu
Waktuku yang penuh dengan keseriusan dengan 22 Tahun
Selamat datang waktu
Waktuku yang penuh dengan keindahan dengan 22 Tahun










Sesederhana Rindumu





Katamu dengan mendengar suaraku
Rindumu sudah terjawab
Katamu dengan mendengar tawaku
Rindumu sudah terjawab

Katamu hanya dengan ocehanku
Rindumu sudah terjawab
Katamu hanya dengan mendengar keluhku
Rindumu sudah terjawab

Dan lagi,

Hanya dengan mendengar desah napasku
Rindumu sudah terjawab
Dengan mendengar lantunan pelanku
Rindumu sudah terjawab

Dan kataku,
Apakah sesederhana itu rindu tanpa bertatap wajah?
Apakah sesederhana itu rindu tanpa bertatap rupa?
Apakah sesederhana itu rindu tanpa bertatap fisik?

Akankah rindu tetap sesederhana?
Sesederhana rindu yang slalu kau tuju disetiap dering nada diseparuh lelapku



Assalamua'alaikum Cinta





Assalamua’laikum cinta
Masihkah senyummu bertebarkan sebuah keindahan disana cinta?
Masihkah sapa dahaga bersemayam disana cinta?
Masihkah kehalusan itu tertera di penghujung separuh malam cinta?

Asalamua’laikum cinta
Salam rindu buat cinta yang tercinta
Salam rindu buat cinta yang slalu mencinta
Salam rindu buat rindu yang slalu dicinta

Assalamua’alaikum cinta
Masihkah engkau cinta terhadap cinta?
Katamu cinta akan slalu cinta
Aku yakin kau pasti cinta

Assalamua’laikum cinta
Untuk cinta, ku utarakan cinta di sepanjang do’a cinta
Untuk cinta, ku hanturkan cinta yang tak ternilai cinta
Untuk cinta, aku slalu mencinta

Assalamua’alaikum cinta





Minggu, 11 Mei 2014

AKAN TETAP SAMA

Aku masih sama
Dengan merekah sebuah senyum pada tempat yang sama
Dimana bunga-bunga kian megulurkan wangi yang merona

Aku masih sama
Dimana setiap derai basah yang turun berderai
Dengan kepingan guci yang sama

Masih tetap sama
Tak akan pernah ada yang berbeda
Meskipun secara tak sadar mulai kian menghilang

Namun akan tetap sama
Layaknya hujan yang masih berbau sama
Akan tetap dengan keadaan yang sama

Yah,
Hujan yang bisa membuatmu tumbuh tanpa mengenal lelah
Hujan yang tetap mengatakan padamu tentang kedamaian yang sesungguhnya
Hujan yang menjadikanmu berasa ada sampai batas yang kau inginkan

Akan masih tetap sama


Kamis, 01 Mei 2014

LEMBAYUNG SORE

Ini bukan tentang suara yang menyekat pernapasan
Bukan jua tentang ocehan yang memekakkan telinga
Ini tentang sebuah pribahasa yang sederhana
Yang sulit untuk membicarakannya

Yah,
Bersama sore yang penuh dengan jingga
Aku melihat sebuah ukiran bertuliskan kota-kotak
Sulit untuk memahaminya

Mana?
Dimana sebenarnya lembayung yang pernah kau ceritakan?
Akankah ia masih kau simpan bersama kata-kata yang kau ucapkan
Adakah ia kau tuangkan padaku yang hampir saja menyingkir

Bukan tentang cinta yang kau singkirkan
Bukan jua tentang perasaan yang masih tetap kau biarkan
Hanya tentang sketsa
Yah, hanya itu

Aku ingin kau tetap biarkan di sore ini
Biarkan lembayungku yang tetap bernyanyi
Walau ku tau nadanya tak seindah yang kau beri
Namun aku tetap memberikan arti