Jumat, 20 Juni 2014

Sudah Berapakah Cinta?


         
          Sudah berapa cinta yang kau temui hingga hari ini?
          Sudah berapa cinta yang kau singgahi sampai hari ini?
          Sudah berapa cinta yang kau hadiri hingga hari ini?
          Sudah berapa cinta yang kau tambani sampai hari ini?

          Aku tidak pernah meminta kau terlalu jujur. Aku juga tidak pernah menuntutmu untuk berkata lebih saat ini. Aku juga tidak pernah meminta yang lebih. Cukup saja kau buka matamu lalu kau rasakan apa yang sebenarnya terjadi di dirimu.

          Sudah berapa cinta yang kau cintai sampai hari ini?
          Sudah berapa cinta yang kau cintai hingga akhir ini?
          Sudah berapa cinta yang kau cintai sampai detik ini?
          Sudah berapa cinta yang kau cintai hingga saat ini?

          Aku tidak pernah menuntutmu untuk lagi-lagi mengusik dalamnya kenanganmu bersama siapapun. Aku juga tidak pernah memintamu untuk mengatakan seberapa cinta yang mencintaimu hingga meninggalkan kisah yang sempurna padamu. Tidak akan pernah. Karna pada kenyataannya kau akan tau seberapa dalam cinta yang sesungguhnya ada padamu.

          Sudah berapa cinta yang kau sudahi hingga membuatmu berpaling pada yang hati yang lain?
          Sudah berapa cinta yang kau sudahi hingga membuat mimpimu terusik sampai kau berpaling kembali?
          Sudah berapa banyak cinta?
          Sudah berapa banyak cinta?                

          Aku tidak akan membahas berapa cinta yang kau singgah disekelilingimu. Karna aku yakin cinta yang dulu adalah masa lalu yang kau bina bersama cintamu. Biarkan ia berjalan seiring waktu yang berlalu. Tak mengapa sebab masa lalu adalah cinta yang mengajarkan seberapa besar cinta untuk kedepannya.

          Sudah berapa banyak cinta yang membuatmu merasa dicintai?
          Sudah, tak usah kau jawab berapa banyak cintamu dahulu
          Sudah, tak usah kau jawab betapa banyak cinta yang mencintaimu dulu
          Sebab cinta yang kau tunggu ada didekatmu

          Ialah dia,
          CINTA






Rabu, 18 Juni 2014

Anggap Biasa Saja






Kemaren kau tak ada kabar
Aku biasa saja
Hari ini kau tak ada kabar
Aku juga masih biasa saja
Mungkin esok juga kau takkan ada kabar
Dan aku pasti masih biasa saja

Lalu,
Jika nanti aku tidak ada kabar
Apakah kau biasa saja?
Jika esok aku tidak ada kabar
Apakah kau biasa saja?
Jika lusa aku juga tidak ada kabar
Apakah kau masih biasa saja?

Jika kau biasa-biasa saja
Aku pergi juga kau kan biasa-biasa saja
Jika aku berlalu
Aku yakin kau akan tetap biasa-biasa saja
Jika nanti aku tak pernah kembali
Ku harap kau biasa-biasa saja

Anggap semua biasa-biasa saja



Dear, Kertas Usangku



          Dear,
          Bagaimana kabarmu kertas usangku yang mulai lapuk?
          Bagaimana kabarmu kertas usangku yang mulai rapuh?
          Hei, aku yakin kau pasti baik-baik saja bukan?
          Lihatlah, aku bisa membacanya meskipun kau diam tidak mempesona layakanya dulu

          Dear,
          Apa kabarmu kertas usangku yang semakin membusuk?
          Apa kabarmu kertas usangku yang semakin membisu?
          Hei, aku yakin kau pasti biasa-biasa saja bukan?
          Lihatlah, aku bisa membacanya meskipun kau tak seindah awal kita berjumpa

          Dear,
          Bagaimana kabarmu kertas usangku?
          Dear,
          Apa kabarmu kertas usangku?

          Kau,
          Kertas usangku yang setia menemani hari piluku
          Kau,
          Kertas usangku yang setia menemani hari sepiku

          Dear,
          Padamu kertas usangku
         



Senin, 16 Juni 2014

Ternyata Sama Saja




Aku muak
Aku bosan
Aku benci
Aku marah

Aku muak
Aku benci
Aku bosan
Aku marah

Ternyata sama saja
Semua mereka hampir sama
Merayu
Membelai
Lalu pergi

Aku muak
Aku bosan
Aku benci
Aku marah



Ternyata sama saja
Semua mereka hampir sama
Merayu
Membisikkan kata rindu
Lalu berlalu

Aku muak
Aku benci
Aku bosan
Aku marah

Ternyata sama saja
Semua mereka hampir sama
Menabur luka
Menyakitkan hati
Lalu menghindar semaunya

Aku muak
 Aku bosan
Aku benci
Aku marah

Semua mereka sama
Yah, sama
Menghabiskan waktu semaunya
Kemudian berlalu

Aku muak